Sabtu, 10 April 2010

Sekilas Tentang PHP

PHP

Sekilas Tentang PHP
PHP (PHP Hypertext Proccessor) adalah server-side programming yang populer digunakan untuk membuat web-based application. PHP saat ini menjadi salah satu dari server-side programming yang paling banyak disukai karena kemudahaan penggunaan, tersedianya ratusan built-in function serta fleksibilitas modul-modul yang bisa dikembangkan.
PHP pada awalnya bernama PHP/FI (Personal Home Page/Form Interpreter) dibuat oleh Rasmus Lerdof di tahun 1995. Pada saat itu Rasmus Lerdorf membuat bahasa ini untuk digunakan di website personalnya, menggunakan script perl. Kemudian, olehnya, PHP dibuat menjadi semakin fungsional dengan menambhakan fungsi-fungsi yang lebih kompleks seperti fungsi2 akses ke database, dsb. Rasmus memilih untuk me-release source code PHP/FI kepada publik dengan tujuan agar semua orang dapat menggunakan, menambahkan fungsi2 baru, serta memperbaiki bugs-bugs yang ada.
Pada tahun 1997, di release PHP/FI 2.0 menggunakan implementasi bahasa C. Pada saat itu, diperkiraan sekitar ribuan pengguna telah menggunakan PHP/FI serta menginstallnya di server mereka. Pada saat itu pula sudah banyak contributor yg ikut mengembangkan PHP/FI, walaupun sebenarnya proyek ini masih dimiliki secara individu oleh Rasmus.
di Akhir tahun 1997, Andi Gutmans dan Zeev Suraski merombak total implementasi PHP/FI, menambahkan fungsi-fungsi dan kemampuan baru yang akhirnya di release sebagai PHP 3.0. Yang pada akhirnya mereka bertiga setuju untuk mengumumkan kerjasama dimana PHP 3.0 adalah official release dari PHP/FI 2.0 sekaligus menghentikan pengembangan PHP/FI 2 untuk selanjutnya berkonsentrasi pada pengembangan PHP 3.
Salah satu kelebihan PHP 3 adalah fleksibilitas fitur, penambahan API dan protokol, kemampuan mengakses berbagai macam database, kemapuan OOP, serta kemudahan syntax bahasa . Kelebihan-kelebihan inilah yang mengundang ribuan developer utk bergabung dalam proyek PHP 3 untuk menambahkan modul-modul baru. Hal ini juga yang akhirnya merubah singkatan PHP yang pada awalnya ‘Personal Home Page’ dan kemudian secara resmi berganti menjadi ‘PHP Hypertext Proccessor’. Pada akhir tahun 1998 dilaporkan hampir lebih dari ratusan ribu pengguna telah menginstall PHP 3 di server., atau sekitar 30% dari domain di internet.
Pada akhir tahun 1998 pula, sesaat setalah PHP 3 di release, mereka bertiga sudah memulai pengembangan PHP 4. tujuan pengembangan PHP 4 yaitu untuk meningkatkan performa aplikasi dan meningkatkan kemampuan modular codebase secara keseluruhan. Engine baru yang dinamakan Zend Engine (dari kata Zeev dan Andi) adalah core dari PHP 4 yg mampu meningkatkan performa aplikasi dan secara resemi di release pada tahun 2000, hampir 2 tahun setelah pertama kali PHP 4 di kembangkan. Beberapa fitur utam PHP 4 yaitu HTTP sessions, output buffering, secure input handling, dan beberpa construct baru.
PHP saat ini
Sampai hari ini PHP 5 telah dikembangkan dengan Zend Engine 2.0 dengan kemampuan jauh lebih powerfull dibandingkan PHP 4, terutama di sisi OOP, sehingga kemampuan PHP 5 nantinya dapat disejajarkan dengan Bahasa Pemrograman lain yang lebih advanced/komplek seperti Java, ASP.NET, dsb. Survey netcraft pada februari 2004 melaporkan bahwa 15 juta server telah di install PHP, atau sekitar 32% dari keseluruhan domain yang ada di internet.
Gambaran Umum PHP
PHP adalah bahasa intrepeter seperti Perl atau Python, bukan bahasa compiler seperti C atau Java. Oleh karena itu PHP sangat sesuai utk web programming karena ekskusi relatif cepat, struktur bahasa yang mudah dipahami, serta debuggin yang lebih cepat. Kemampuan tersebut sangat berguna khususnya utk web programming yang memerlukan solusi cepat, mudah dibuat serta mudah untuk dikembangkan. PHP juga menyediakan ratusan built-in function yang siap digunakan dengan berbagai macam fungsi seperti fungsi pengolahan array, koneksi database, pengolahan string, filesystem, HTTP session, dsb. Hal ini semakin memudahkan programmer uantuk membuat sebuah aplikasi web yang cepat.
PHP sebagai server-side programming memiliki ciri-ciri umum yang sama dengan bahasa pemrogram lain (C, perl, python) namun juga memiliki ciri-ciri khusus.
Semicolons
Setiap statement atau expression selalu diakhiri dengan semicolons
misal:
mysql_select_db($cnf['db']['name']) or die(mysql_error());
if (trim($value) == ”) {
$this->_errorlist[] = $msg;
return FALSE;
} else {
return TRUE;
}
Comment
Seperti pada bahasa pemrograman lain, komentar satu baris dimana tiap baris diawali dengan dua slash //, atau suatu blok komentar dapat diawali dengan /* dan diakhiri dengan */
misal:
//apakah field kosong
//return TRUE jika tidak kosong
/*
membandingkan 2 field numeric
apakah lebih kecil atau
lebih besar
*/
Variables
PHP adalah bahasa loosely type, artinya kita dapat me inisiasi variable tanpa harus men-define tipe variabelnya. PHP akan secara otomatis men-cast tipe variabel secara real-time. variabel di PHP diawalai dengan tanda $
misal:
$myvar = ‘ini string’;
$myvar = 1;
perhatikan bahwa $myvar dapat berubah tipe dari tipe string ke integer tanpa harus men-cast variabel terlebih dahulu.
Variable Scoope
Ruang lingkup variabel di PHP tergantung pada konteks dimana dia diletakkan:
- Jika diletakkan di sebuah halaman script, maka lingkup variabel tersebut hanya utk di script tersebut, dan apabila script tersebut di includekan ke script lain, maka variabel tersebut otomatis juga akan berlaku di script yang meng include kan nya.
misal:
file1.php
$myvar = 2;
?>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

aku selalu ada....